Selasa, 26 Oktober 2010

Akhir 2010 emas $1500 per oz: hiperinflasi dunia segera mulai?

Analis Pasar Modal AS - Eropa yakin harga emas $1500/oz pada akhir tahun 2010. Bahkan Bloomberg memprediksi: emas tembus $ 2000/oz tahun 2011.
(Oleh : Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia)

Baru pertama kalinya ada media massa di negeri kita mau jujur mengungkap berita yang tabu, yaitu kenaikan harga emas secara drastis. Sebut saja Koran Kontan, media nasional, yang dominan beritanya seputar bisnis dan dunia usaha. Karena selama ini, konspirasi Riba - para Bankir menutupi kebobrokan bisnis mereka, terutama bisnis uang kertas, dengan membelokan (menipu) opini publik melalui media massa. Bahkan media massa yang nota bene berbasis dakwah - media Islam - pun tidak mengungkap hal ini, mungkin karena redaktur mereka kurang paham masalah Riba.

Berita-berita faktual seputar tauhid, muamalah dan riba, bisa Anda temui di media massa yang relatif bebas, melalui internet, seperti situs: www.wakalanusantara.com, misalnya. Adalah Nicholas Larkin, orang pertama yang mengungkap berita ini di Bloomberg, 31 Agustus 2010 silam. Larkin menyebut berita tentang Soros yang memborong emas, yang menyebabkan harga emas melonjak dari $1240/oz menjadi $1300/oz dalam tempo beberapa hari saja.

Peristiwa Soros beli emas ini terjadi menjelang Ied Fitri 1431 H kemarin. Bukan hanya Soros Fund Management LLC saja yang borong emas sebesar 16 ton, juga beberapa perusahaan lainnya, seperti Park Capital Management LP membeli hampir 6.580.000 saham SPDR Gold Trust pada kuartal II, 16 Agustus 2010, setara dengan 20 ton emas. Bahkan import emas India tahun ini diperkirakan sebesar 600-625 ton, menurut Anjani Sinha, CEO bursa spot National Ltd.

Dampaknya, pasca lebaran, harga dinar emas WIN melonjak drastis, dari Rp 1.539.000 (7/9) menjadi Rp 1.579.000 (23/9). Memasuki pertengahan bulan Oktober 1 Dinar emas telah melampauai Rp 1.650.000. Kalau perkiraan para analis Barat menjadi kenyataan, maka tahun depan, 2011, harga dinar emas Win sekitar Rp 2.430.000-an. Coba Anda hitung secara matematik, berapa besar rupiah terkoreksi inflasi? Pastinya harga barang dan jasa bakal membumbung tinggi bila dibayar dengan uang kertas.

Dengan rontoknya nilai uang kertas. Anda yang saat ini nyaman dengan penghasilan, misalnya Rp 2 juta/bulan, maka tahun 2011, Anda harus menambah penghasilan menjadi minimal Rp 3,5 juta kalau kehidupan Anda ingin berjalan normal seperti biasa. Sebab penguatan rupiah terhadap dolar AS baru-baru ini bukan karena prestasi rezim berkuasa, tetapi ulah spekulan untuk meredam publik agar tidak melikuidasi rekening bank mereka menjadi emas dan perak.[SF]

www.dinar-dirham-banyuwangi.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar