Jumat, 26 November 2010

Kejahatan Yahudi Menjajah Dunia Melalui Uang yang Kita Pakai

Setelah kehancuran Khilafah Islamiyah Turki Utsmani tahun 1924, yahudi mengubah uang dinar emas dan dirham perak menjadi kertas-kertas bergambar (uang hampa/fiat money) yang berbeda sebutan untuk masing-masing negeri dan mengatur nilai takaran sesuai hawa nafsunya.

Dalam protokolat zionis yang disusun di kediaman sir meyer amschell Rothschild di tahun 1773 dan disahkan penggunaannya sebagai agenda bersama zionis yahudi dalam konferensi zionis internasional di swiss tahun 1897, disebutkan bahwa penguasaan dan penggunaan uang sebagai senjata penguasaan manusia. (eramuslim digest, The Satanic Finance, edisi 8)

Dalam butir ke-3 protokolat zionis berbunyi, “Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa lalu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus bagaimana dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan dengan kekuatan uang”.

Melalui sebuah negara yang dibuatnya yaitu amerika (uncle sam), yahudi memainkan konspirasinya. Siapa uncle sam? Yaitu samiri yang membuat patung sapi untuk disembah ketika Nabi Musa meninggalkan kaum Bani Israil selama 40 hari.

Kemudian dibuatlah The Fed (The Federal Reserve System) yang menjadi panglima besar sistem keuangan riba beserta prajurit-prajurit bank sentralnya yang ditanam di seluruh penjuru dunia mampu “menyihir” manusia dengan menganggap kertas bergambar sama dengan emas dan perak dan menjadikan dollar amerika sebagai parameter takaran nilainya (dolarisasi).

Maka kapanpun, dengan hitungan detik, yahudi bisa menjatuhkan nilai kertas sebuah negeri terhadap dollar amerika. Kalau membangkang, ya dijatuhkan nilai kertasnya sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari rakyatnya, tapi kalau tunduk dan patuh maka nilai tukarnya dibuat seolah stabil.

Sungguh permainan yang busuk tapi sayangnya kita tidak bisa melihatnya karena dididik dengan ilmu dan sistem pendidikan buatan mereka juga, ya jadinya menganggap seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak merasa disihir dan dibodohi malah cara berpikir dan bertindak jadi mirip dengan mereka.

Maka selama kita menganggap kertas bergambar itu berharga, bekerja siang malam banting tulang untuk mendapatkannya, menyimpan dan menggunakannya dalam perdagangan maka selama itu pula kita membiayai perjuangan konspirasi yahudi yang ingin menjadikan penduduk dunia menjadi budak pelayan bagi mereka.

Maka pernah ada kampanye “one man one dolar” dengan tujuan ingin menyelamatkan Palestin. Padahal dengan kampanye tersebut, justru semakin menguatkan yahudi untuk menghancurkan penduduk muslim Palestin. Kalau mau, dirubah menjadi “one man one gold dinar” atau “one man one silver dirham”.

Dan kampanye “boikot produk-produk yahudi” pun belum cukup selama kita masih membeli barang dengan kertas-kertas bergambar buatan mereka. Kekuatan inti mereka bukan di produk tapi di alat tukar. Alat tukar inilah yang menjadi kekuatan terbesar yahudi untuk menjajah dunia.

Lambang-Lambang Yahudi di dollar amerika

Dollar us menjadi bosnya fiat money, sedang fiat money lainnya ngikut sebagai anak buah. Dan anak buah (fiat money) yang ada di seluruh penjuru dunia ini akan tunduk dan patuh terhadap kemauan dan keinginan bosnya yaitu dollar as. Dan lambang-lambang di dollar amerika menunjukkan arah akan dibawa kemana kita ini.

Kenapa disebut “mata uang”? Karena dalam kertas bergambar (1 dollar as) ada logo buatan yahudi yaitu “mata satu” dajjal,. Tiada lain itu adalah simbol all-seeing eye atau eye of providence. Yaitu satu mata yang penglihatannya mencakup segalanya.

Rasulullah Saw sendiri telah memberitahu bahwa salah satu ciri fisik yang paling menonjol dari dajjal adalah matanya yang buta satu (a'war) dan di jidatnya terdapat tulisan ka-fa-ra. (www.eramuslim.com)

Rasulullah selalu mewanti-wanti umatnya agar dapat terhindar dari fitnah dajjal ini, tiada orang yang dapat lolos dari tipuan dajjal kecuali seorang mukmin sejati. Itulah sebabnya ia dinamakan dajjal, karena secara bahasa "dajjal" berarti “yang tertolak” dan pembohong alias penipu adalah pekerjaannya.

Slogan “In God We Trust” berarti “hanya pada Tuhan yang satu - Setan Lucifer - kita percaya”. Lucifer itu artinya iblis (setan), biasa disimbolkan dengan cahaya (api). Slogan “Annuit Coeptis” artinya Limpahan kurnia (favour our daring undertaking). Dua kata yang tertera di bagian atas lambang itu yang bermakna "Sesungguhnya kepentingan kita sarat dengan pelbagai keberhasilan".

Ia juga berarti "Kejayaan Milik Kita" atau "Kepentingan Penuh Keberhasilan" atau "Yang Agung Yang Beraja" atau juga berarti "Raja Istimewa" atau "Penutup (Segel) Orang Mesir". Segel itu adalah segel Dajjal yang mengaku dirinya sebagai dukun terbesar (dari keturunan) Mesir .

Lambang Piramid merupakan Lambang Fir’aun/Piramid Gaza, Menara Babil, Hierarki Kekuasaan. Jumlah bata pada Piramid adalah 13 baris (the lucky number) yang terdiri dari 72 bata.

Lebih jauh dari itu, di dasar simbol pyramida tersebut tertuliskan "MDCCLXXVI" yang berarti tahun "1776" yaitu tahun dimana Adam Weishaupt menyelesaikan penulisan buku tersebut tepatnya pada tanggal 1 Mei 1776. Dalam buku yang disusun selama lima tahun oleh Weishaupt itu, ia menggagaskan di dalamnya tentang konsep, doktrin dan teori sebuah pemerintahan global.

Adapun slogan berbahasa latin "Novus Ordo Seclorum" artinya "New Order in the ages" yaitu “pemerintahan baru dalam suatu masa" atau sering diterjemahkan “new world order yaitu “tata dunia baru” atau "tata masyarakat baru". Ini adalah misi yahudi untuk menjadikan penduduk dunia di bawah kontrol dan kendali mereka.

Bahkan jika diteliti satu-persatu simbol yang terdapat dalam uang satu dollar as akan ditemukan tentang pesan rahasia yang sangat mengagetkan, seperti logo burung phoenix/garuda (simbol kebebasan/dewa horus) yang membawa panah dan daun berjumlah 13, bintang yang berjumlah 13 dan membentuk titik-titik heksagram (bintang David) dan "E Pluribus Unum" yaitu “dari banyak menjadi tunggal” yang berarti “banyak negara menjadi satu pemerintahatan dunia” yang juga terdiri dari 13 huruf yang semuanya memiliki falsafah konspirasi tersendiri.

Itulah Yahudi yang ingin menguasai dunia dengan menyatukan segala ideologi yang ada di dunia ini dengan ideologi bangsa Yahudi yang sesembahannya adalah Lucifer (iblis/setan) yang dilukiskan dengan “patung baphomet” (manusia berkepala kambing) dan dajjal sebagai panglima perang yang ditunggu-tunggu yang dilukiskan dengan “mata satu”.

Langkah Yahudi untuk Mewujudkan Ambisinya

Dalam dunia nyata, terdapat beberapa langkah kongkrit yang diambil oleh yahudi dalam rangka mewujudkan ambisi mereka ini; Pertama dengan mengendalikan sistem moneter dunia dalam satu kantong besar melalui raja rentenir dunia IMF dan World Bank (Bank Dunia) dengan antek-antek rentenir lokalnya yaitu bank-bank sentral di masing-masing negara sehingga akan tercipta ketergantungan yang kuat (terlilit hutang) sebuah negara terhadap lembaga ini yang dengan itu pula mereka mampu membuat kembang-kempis nafas sebuah negara dengan mudah.

Ingat, bank sentral (the fed) itu bukan milik negara tapi milik swasta yang isinya para rentenir yahudi, jadi yang cetak uang kertas (fiat money) itu bukan negara tapi swasta (milik pribadi/rentenir yahudi). Ingin tahu berapa keuntungan rentenir bank sentral amerika (the fed/federal reserve system)? Semenjak woodrow wilson menyatakan sumpah jabatannya tahun 1912, hutang negara telah meningkat dari 1 milyar dolar menjadi hampir 11 trilyun dolar pada tahun 2010 ini.

Lumayan, untung 11.000.000% selama 98 tahun atau 11.224% per tahun atau 935% per bulan, itupun hanya dengan mencetak kertas bergambar yang modalnya hanya us 0,05 dolar per lembar . Ini baru keuntungan dari bunga saja.

Belum lagi keuntungan yang diperoleh dari seigniorage yaitu selisih biaya cetak. Untuk mencetak us$ 1 dengan biaya us$ 0,05 maka dapat keuntungan 1900%. Itu keuntungan untuk pecahan us$ 1. Bagaimana keuntungan untuk pecahan us$ 100? Untungnya 200.000%. Jadi berapa total keuntungan yang diperoleh rentenir yahudi ini? Tinggal ditambah aja keuntungan dari seigniorage dan keuntungan dari bunga. Silahkan hitung sendiri aja.

Kepada siapa hutang negara ini dibebankan? Kepada siapa lagi kalau bukan kepada rakyatnya sendiri yaitu pajak-pajak yang dibebankan di segala bidang kehidupan. Bagaimana kalau lewat pajak tidak cukup? Ya menjual aset dan kekayaan negara. Sampai kapan? Sampai negara dan rakyat menjadi bener-bener fakir miskin sehingga tergadailahdiin-nya.

Semua negara di dunia berkiblat ke amerika, tidak heran kalau nasibnya sama yaitu sama-sama terlilit hutang sama rentenir yahudi. Aneh, kalau masih menganggap amerika sebagai kiblat dalam kemajuan dunia. Sudah tahu masuk jurang, eh malah ikut-ikutan masuk jurang, bangga pula kalau ikut masuk jurang. Na’udzubillah min dzalik.

Menggunakan bank sentral untuk menciptakan masa inflasi dan deflasi silih berganti untuk mengeruk keuntungan dari rakyat sebanyak-banyaknya telah direkayasa kumpulan rentenir yahudi internasional menjadi sebuah ilmu eksakta yang memukau yaitu ilmu ekonomi batil yang diajarkan di sekolah-sekolah buatan mereka juga.

Salah satu ucapan rothschild yang masyhur adalah, "Give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws" (Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu negeri, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa).

Rothschild dan Rockefeller adalah penyandang dana di balik konspirasi yahudi ini yang sekarang diteruskan oleh keluarganya. Merekalah yang berada di balik setiap krisis dan peperangan dengan selalu bermain di kedua belah pihak yang bertikai sehingga siapapun yang menang tetap bisa “balik modal”. (Gary Allen, None Dare Call It Conspiracy)

Mereka juga mengangkat dan menurunkan pemimpin suatu negara melalui sistem syirik demokrasi buatan mereka sendiri dengan merentenkan kertas bergambar untuk modal kampanye busuk bagi setiap bakal calon. Maka siapapun pemenangnya, tetap “balik modal” plus untung besar melalui aturan-aturan buatan para anteknya yang dipaksakan demi tercapainya hawa nafsu mereka.

Untuk menjaga loyalitas antek mereka yang terpilih melalui manipulasi sistem syirik demokrasi, tidak lupa pula untuk menciptakan oposisi (musuh) sehingga terjadi keseimbangan (batil). Dengan keseimbangan (bermain di kedua belah pihak) inilah mereka menjaga kepatuhan para antek-anteknya. Maka kapanpun dan siapapun bisa dinaikkan kalau loyal dan diturunkan tahtanya kalau membangkang.

Kedua, setelah tonggak keuangan dapat dikuasai, maka mereka akan menciptakan krisis demi krisis yang akan terus dibina hingga menjadikan sebuah kekacauan super hebat yang terus berkepanjangan. Dari sinilah muncul puncak histeria ketakutan tersebut, dan tentunya, orang yang ketakutan akan mudah dikendalikan layaknya sapi yang dicocok hidungnya.

Maka pada titik ini sangat mudah bagi mereka untuk mengeruk kekayaan sebuah negeri, sangat gampang bagi mereka untuk interfensi dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi dan sosial-budaya sebuah negara. Dan tentunya sangat enteng sekali bagi mereka untuk menanamkan paham kekufuran (sekularisme, pluralisme, sosialisme, liberalisme dll) dalam semua bidang kehidupan.

Yahudi Menghalangi Orang Beriman dalam Menegakkan Syariat Allah Swt (Islam)

Sikap tamak dan memakan harta secara batil ini telah diingatkan Allah SWT kepada orang-orang beriman agar tidak mencontoh dan mengikuti sikap kaum Yahudi dan Nasrani.

Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah". (Q.S. At Taubah 9 : 34)

Berkaitan dengan ayat tersebut, orang-orang alim Yahudi atau Ahbar adalah orang yang "memakan" seluruh kekuatan ekonomi dunia untuk kepentingan misi zionisme mereka, seraya menjadikan dana yang mereka kumpulkan untuk menghalang orang beriman menegakkan hukum dan syariat yang telah ditetapkan Allah Swt.

Strategi Penghancuran yang Dilakukan Yahudi

Yahudi akan terus berusaha memegang dan mempertahankan kekuasaan suatu negeri dengan menanamkan antek-anteknya. Butir ke-19 berbunyi, “Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya di balik layar”.

Yahudi akan terus berusaha menyulut api peperangan dan mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Butir ke-9 protokolat zionis berbunyi, “Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga konspirasi akan memperoleh keuntungan besar (dalam penguasaan perekonomian suatu negeri) tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya”.

Butir ke-18 berbunyi, “Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu”. Butir ke-22 berbunyi, “Meletuskan perang dan memberinya, menjual senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri yang tinggal dihuni oleh fakir miskin”.

Yahudi akan terus berusaha menguasai tambang-tambang emas dan kekayaan alam lainnya agar bisa menguasai perekonomian dan mengatur dunia sesuai hawa nafsunya. Butir ke-13 protokolat zionis berbunyi, “Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia”. Butir ke-21 berbunyi, “Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non yahudi mutlak dilakukan”.

Yahudi akan terus berusaha memiliki aset-aset dan perusahaan-perusahaan melalui privatisasi monopoli dan oligarki kapitalis agar bisa menundukkan dan memainkan krisis suatu negeri. Butir ke-10 berbunyi, “Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia hingga tidak ada satu kekuatan non-yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri”.

Yahudi akan berusaha terus membuat krisis ekonomi untuk menentukan arah kekuasaan dan agar bisa diwariskan turun temurun. Butir ke-15 berbunyi, “Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan”. (eramuslim digest,The Satanic Finance, edisi 8)

Kesimpulan

Ternyata fiat money itu bukan sekedar riba nasi’ah/tambahan (dari kertas nihil jadi punya nilai besar) dan riba fadhl (pertukaran/sharf kertas dengan kertas dan pertukaran/buyu’ kertas dengan barang). Bahkan secara tidak sadar bisa terjebak kepada bentuk penghambaan kepada tuhan mereka (syirik). Na’udzubillah.

Satu hal yang paling mereka takutkan adalah ketika umat Islam sudah tidak percaya lagi terhadap kertas riba syirik bergambar buatan mereka dan menukarkannya dengan dinar emas dan dirham perak. Maka untuk melawan hegemoni mereka, segeralah kembali ke uang fitrah (uang Islam) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw yaitu dinar emas dan dirham perak.

Islam diturunkan untuk membebaskan manusia dari bentuk penghambaan kepada makhluk (syirik) menjadi bentuk penghambaan hanya kepada Allah semata (tauhid).

Senin, 01 November 2010

Mari Menggunakan Dinar dan Dirham

Tinggalkan Riba Sepenuhnya

Uang kertas, Fractional Reserve Requirement, dan Bunga Bank adalah tiga pilar setan penghancur ekonomi. Dinar-dirham akan meruntuhkannya! Insya Allah.

Fitnah paling utama di zaman ini: RIBA. Perbanyaklah ilmu tentangnya. Hindari dan hancurkan!

Enam Abad Dinar Dirham Made in Indonesia

Sebagian besar dari kita mungkin tak pernah tahu kalau Dinar dan Dirham pernah dibuat dan berlaku di Indonesia sebagai mata uang resmi.

Ya, sejak abad ke-14 nenek moyang kita telah akrab dengan kedua jenis mata uang ini. Dinar dan Dirham pernah mendominasi pasar-pasar di sebagian besar Nusantara, antara lain di Pasai, Malaka, Banten, Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Gowa, dan Kepulauan Maluku.

Dinar AcehDalam buku Ying Yai Sheng Lan karya Ma Huan, sang juru tulis dan penterjemah Laksamana Muslim Cheng Ho dari Cina saat muhibah ke Sumatera Utara (1405 � 1433), disebutkan bahwa mata uang Samudera Pasai adalah Dinar emas dengan kadar 70 persen dan mata uang keueh dari timah (1 Dinar = 1.600 keueh). Pasai telah mencetak Dinar pertamanya pada masa Sultan Muhammad (1297-1326) dengan satuan mas yang sepadan dengan 40 grains atau 2,6 gram.

Pada masa Sultan Ahmad Malik Az-Zahir koin Dinar lebih dikenal sebagai Derham mas, dicetak dalam dua pecahan yaitu Derham dan setengah Derham (1346-1383). Setelah Aceh menaklukkan Pasai (1524) tradisi mencetak Derham mas menyebar ke seluruh Sumatera, bahkan semenanjung Malaka. Derham ini tetap berlaku sampai bala tentara Nippon mendarat di Seulilmeum, Aceh Besar pada tahun 1942. Sampai hari inipun di Sumatera Barat masih dijumpai pemakaian satuan mas (1 mas = 2,5 gram) sebagai unit jual beli, terutama untuk tanah.

Dinar Aceh2Dinar juga dibuat oleh kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan, pertama kali pada tahun 1595, pada masa Sultan Alaudin Awwalul Islam (1593-1639) dengan Dinar seberat 2,46 gram emas. Dinar Gowa yang paling banyak beredar adalah Dinar Sultan Hasan Al-din yang bertuliskan huruf Arab: Khada Allah Malik Wa Sultan Amin artinya Pejuang Allah Kerajaan Sultan Amin. Yang menyebar dari Ternate, Tidore, Minahasa, Butung, Sumbawa, Gowa Talo, bahkan Papua. Koin ini beredar dari tahun 1654-1902. Saat ini, seperti di Sumbar, tradisi jual beli dengan satuan mas juga masih berlaku di Sulawesi Selatan.

Dirham InggrisDi Jawa Dinar dan Dirham dicetak oleh Kesultanan Mataram pada tahun 1600-an, kemudian oleh VOC sejak tahun 1744 di percetakan uang Batavia yang di desain oleh Theodorus Justinus Rheen. Berdasarkan perjanjian VOC-Mataram, Dinar dicetak seberat 16 gram emas dengan kadar 75 persen dan dinamakan Mahar, sedang Dirham dicetak seberat 6,575 gr dan, dalam sebutan rupiah, dicetak seberat 13,15 gr. Dirham dan rupiah terbuat dari perak dengan kadar 79 persen.

Dirham BelandaIni yang menarik: pada kedua sisi koin tercetak Derham min Kumpani Welandawi dan Ila djazirat Djawa al kabir yang ditulis dengan huruf arab, yang artinya Dirham dari Perusahaan Belanda untuk pulau Jawa Besar. Adapun uang recehan VOC dinamakan doit Jawa (Duit VOC). Setiap 80 duit sama dengan 1 Rupiah (setara 2 Dirham). Lalu tiap 16 Rupiah disebut sebagai satu mahar. Selain itu di Jawa juga dibuat pula derham Inggris (1813-1816) dengan tulisan Jawa kuno: Kempni Hinglis, Jasa hing sura-Pringga. Di baliknya tertulis dengan huruf Arab Melayu: Hinglis, sikkah kompani, sannah AH 1229 dhuriba, dar dhazirat Djawa di desain oleh Johan Anthonie Zwekkert.

DeJavache Bank moneyKedua jenis Derham kompeni ini baik buatan VOC maupun EIC beredar sampai tahun 1860, yaitu setelah berdirinya De Javasche Bank di Batavia pada tanggal 10 Oktober 1827, ketika Pemerintah Hindia Belanda telah mengimpor Gulden secara besar-besaran dari Eropa. Artinya pihak penjajah pun mengakui dan memproduksi Dinar dan Dirham sebagai mata uang yang sah selama 116 tahun, sementara Gulden sendiri baru dibuat oleh penjajah Hindia Belanda setelah tahun 1826 di Negeri Belanda. Jadi, sejak berdirinya VOC, Gulden kalah bersaing melawan real Mexico dan Derham Nusantara.

Setelah perang Jawa atau perang Diponegoro (Mei 1825-Maret 1830), kondisi keuangan pemerintah Hindia Belanda morat marit. Perang ini menelan biaya lebih dari 20 juta Gulden atau setara 40 juta Derham Jawa. Guna memulihkan keuangannya, penjajah ini menarik seluruh Derham kompeni, namun penduduk pribumi enggan menukar Derham mereka dengan uang kertas berjamin tembaga (kopergeld), sehingga masa penukaranpun menjadi molor selama 28 tahun (1832-1860)!. Upaya lainnya dari VOC untuk mengisi kekurangan Kas Negara adalah diterapkannya sistem tanam paksa (Cultur Stelsel) oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch selama kurun 1863-1919.

Pada tahun 1873, Hindia Belanda mulai melakukan misi penaklukan Aceh, dan terjadilah perang panjang yang terkenal dengan nama Perang Aceh, Prang Gompeuni, Prang Sabi dan Prang Kaphe (1873-1942). Belanda belum dapat menguasai Aceh sepenuhnya. Secara de jure gulden adalah satu-satunya mata uang yang sah. Tapi secara de facto Derham mas Aceh adalah satu-satunya mata uang yang dapat diterima oleh penduduk Aceh, bahkan berlaku pula di Sumatera Barat dan Deli!

Selanjutnya, ketika berkuasa, pemerintah Dai Nippon terpaksa menerapkan lebih tegas UU No. 2 tanggal 8 Maret 2602 (tahun Jepang Kooki atau tahun 1942) tentang mata uang. Semua mata uang dengan digantikan oleh uang kertas Dai Nippon! Ketika Indonesia merdeka, pada tanggal 26 Oktober 1946, Presiden Sukarno dan Menkeu Sjafroedin Prawiranegara menerbitkan UU No. 19 tentang penerbitan ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) dengan dasar 10 rupiah = 5 gr emas murni.

Rakyat menyambut antusias atas terbitnya rupiah republik ini. Sebuah harapan besar akan masa depan yang cerah. Meski kakek nenek kita harus rela dijatah hanya boleh memegang 50 rupiah setiap keluarga, untuk kemudian rupiah Jepang dimusnahkan oleh Pemerintah. Tetapi pada prakteknya dasar hukum UU No. 19 tersebut telah dilanggar sendiri oleh Pemerintah kita sehingga kita mendapati rupiah seperti sekarang ini. Tak ada jaminan emasny alagi. Dan harga emas, pada pertengahan tahun 2009, ini bukan lagi Rp 2/gram, tetapi di atas Rp 320.000/gram, yang artinya nilai rupiah kita dibuat merosot lebih dari 160.000 lebih rendah!

Jelas Dinar-Dirham pernah berjaya selama lebih dari 600 tahun (1302-1942), tak hanya di Aceh dan sebagian Sumatera tetapi juga di Sulawesi Selatan dan sebagian daerah di Jawa Timur. Maka, peredaran kembali Dinar Dirham di wilayah Indonesia sekarang ini, bukanlah sesuatu yang asing dan aneh.

*Sofyan Al Jawi numismatis dan penulis buku Kemilau Investasi Dinar Dirham